1

Cuaca Ekstrim Dunia dan Unprediction "Banjir Jakarta"

Mungkin semuanya setuju, bahwa cuaca akhir-akhir ini sangat-sangat ekstrim. Di Amerika, kita tahu ada fenomena menarik tentang suhu dingin yang sangat ekstim yang menerpa negeri paman sam itu.  Berbanding terbalik dengan keadaan cuaca di Amerika, di Australia malah cuaca panas yang ekstrim yang menerpa negeri kangguru tersebut. Begitupun yang paling heboh dibicarakan adalah turunnya salju di beberapa negara arab seperti mesir.

Jangan jauh-jauh ke Amerika, Australia atau mesir, kita lihat di Indonesia! Musim hujan sudah hampir tidak bisa diprediksi lagi seperti dulu. Curah hujan yang tinggi hampir setiap hari dan setiap waktu mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya. Hujan deras ditambah angin yang kencang membuat keadaan Jakarta semakin semrawut.

Dampaknya, bencana banjir kembali terjadi dibeberapa bagian ibu kota. Dan kembali, satu-satunya orang yang menjadi kambing hitam atas bencana banjir ini adalah gubernur yang sekarang menjabat, Joko Widodo.

mendung-jakarta

cuaca mendung Jakarta. diambil dari kamera ponsel pribadi.

Memang betul sindiran orang-orang pada Jokowi yang katanya, baru kali ini banjir lima tahunan jadi datang satu tahunan. Memang rasa kekecewaan mereka tersebut tidak ada salahnya. Tapi sesungguhnya, banjir ini tidak akan pernah dapat diselesaikan hanya oleh Jokowi seorang. Harus ada peran aktif dari seluruh warga ibu kota.

Satu hal yang saya lihat dimana warga Jakartanya sendiri tidak kooperatif dengan pemrov DKI adalah ketika warga-warga pinggir kali tidak mau direlokasi. Dan ketika relokasi itu dilakukan secara paksa, tiba-tiba datang segerombol manusia bak pahlawan yang mengatasnamakan HAM menentang keras-keras relokasi warga pinggiran kali tersebut.

Saya kembali menghelas nafas. Memang mungkin terlihat sangat kejam ketika menggusur(mengusir) orang-orang pinggiran kali dari tempat tinggalnya yang sudah mereka diami mungkin sampai tahunan, belasan bahkan puluhan tahun. Tapi menurut saya, satu-satunya cara agar seseorang maju adalah dengan disiplin. Warga-warga pinggir kali itu harus diberi pengarahan dan didikan agar mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah di mata hukum.

Selain itu, kebiasaan warga Jakarta membuang sampah ke kali juga menjadi salah satu penyebab banjir. Lihatlah sungai-sungai yang mengalir sepanjang ibu kota! semua dipenuhi sampah dan benar-benar tidak berfungsi sebagai mana mestinya sebuah sungai. Kalau kita melihat kota-kota maju di dunia, semua sungai-sungai yang membentak di kota-kota tersebut sangat bersih dan nyaman.

Namun hal yang paling penting lain adalah jangan saling menyalahkan seperti sekarang. Dari beberapa sosial media yang saya ikuti, Jokowi haters mencaci dan menghujat Jokowi bahwa banjir ini karena ketidak becusan Jokowi dalam menangani banjir, sementara itu fanatik Jokowi pun kembali menyerang para haters Jokowi dengan hujatan-hujatan dan cacian.

Miris sebenarnya saya melihatnya.  Kembali lagi saya ingatkan, ada hal lain yang lebih penting dari siapa yang salah dan siapa yang benar. Kembali kepada diri masing-masing. Berusaha untuk hidup lebih disiplin.

Mungkin Tuhan mulai menunjukan rasa perhatiannya kepada kita yang banyak melakukan dosa-dosa dengan memberikan teguran berupa bencana. Maka dari itu mari berusaha untuk memperbaiki diri sendiri.

Seperti kata-kata Aa Gym, “3M, Mulai dari hal yang tekecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari saat ini”.

 

 

 



Rekomendasikan Artikel Ini ?

Gungun Septian

Bukan Ustad, bukan Politisi, bukan Artis. Cuma Programmer yang hobi nulis.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *