1

Ibu, Profesi Terhebat Sepanjang Masa


Apa yang terlintas di benak kalian jika mendengar kata “ibu” ?
Sebagian orang menjawab ,”Ibu adalah orang yang melahirkan kita”.
Sebagian lagi ikut menjawab, “Ibu adalah orang yang mengurus kita”.

Ada lagi?

“Ibu adalah orang yang nganter kita ke sekolah, nyiapin kita makan, ngasi uang jajan, nyiapin baju kita”.

Cuma itukah? Ya, saya rasa jawaban itu semua tidak salah dan sah-sah saja, karena yang menjaawb memang anak-anak kecil yang masih polos.

Namun seiring bertambahnya usia kita, meluasnya pergaulan kita dan pola pikir kita, maka dengan itu semakin berubah pula pendapat dan pemahan kita tentang ibu.

Saya sendiri memiliki pendapat berbeda-beda tentang makna dari kata “ibu”. Sama seperti anak-anak kecil pada umumnya, semenjak saya kecil, saya menganggap ibu adalah orang yang paling berjasa di dunia ini karena ibu lah saya bisa terlahir di dunia ini. Ya, itu memang pendapat standar seorang anak terhadap ibunya.

Beranjak remaja, ketika rasa egois dan ingin menang sendiri mulai timbul, maka rasa hormat kepada ibu pun terkadang hilang dari diri saya ( mungkin kebanyakan para remaja seperti itu ). Saya yang kala itu masih remaja tanggung, terkadang selalu berselisih paham dengan ibu saya hanya karena hal-hal sepele dan menganggap ibu tidak lah pernah tau apa-apa.

Berselang beberapa tahun kemudian, dimulai dari merantau, kuliah, bekerja, hinggap tiba di usia saya sekarang ini yang memasuki usia ke 25 tahun, pemahaman saya tentang kata dari ibu pun kembali berbeda. Dari berbagai pengalaman, suka duka, sedih bahagia ketika berada jauh dari ibu memberikan saya sebuah pemahaman baru. Bagi saya seorang ibu adalah profesi paling hebat sepanjang masa.

Ibu bukan hanya sekedar sebagai orang tua, tapi juga sebagai tempat untuk berbagi kesedihan dan kebahagiaan.
Ibu menghabiskan seluruh waktu dan tenaganya untuk anak-anak serta suaminya(memasak, mengurus anak-anak, mengurus suami).
Ibu membersihkan sendiri kotoran bayinya, memandikan, memberi makan.
Ibu adalah koki paling hebat berkelas dunia.
Ibu adalah ekonom paling jenius.

Entah kalimat-kalimat apa lagi yang bisa mewakili gambaran saya tentang seorang sosok seorang “ibu”. Mungkin tidak akan pernah cukup untuk dituliskan.

Silahkan buka kitab suci! entah berapa kali dijelaskan bahwa kita harus berbakti kepada kedua orang tua, terlebih kepada ibu.

Tidak akan pernah mampu bagi saya untuk membalas semua kebaikan-kebaikan ibu walaupun itu harus dilakukan sepanjang hidup saya. Ketika kita sukses, mungkin kita bisa memberikan materi dan membelikan apa saja untuk ibu sebagai wujud bakti kita padanya. Tapi hal paling mudah yang harus kita lakukan adalah, jangan pernah sampai menyakiti perasaan ibu.

Sebuah kalimat bijak mengatakan:
” Seorang ibu bisa mengurus 10 orang anak, tapi 10 orang anak belum tentu bisa mengurus seorang ibu. “

Semoga kita menjadi orang-orang yang senan tiasa berbuat baik kepada ibu.


“Selamat ulang tahun Mamah”.

*tulisan ini didedikasikan untuk ibunda saya yang sedang berulang tahun tepat dihari artikel ini dipublish.



Rekomendasikan Artikel Ini ?

Gungun Septian

Bukan Ustad, bukan Politisi, bukan Artis. Cuma Programmer yang hobi nulis.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *