0

Jalan Raya, Refleksi 3 Attitude Buruk Orang Indonesia

Beberapa hari ini sedang heboh di media sosial tentang video mobil seorang pejabat beserta PATWAL TNI-nya yang dengan seenaknya berkendara melawan arus. Jujur, sejak pertama kali menyaksikan video itu saya merasa gemas, kesal geram, dan muak dengan tingkat aparat tersebut.

Dan hal yang paling memuakan dari video itu adalah ketika PATWAL TNI tersebut dengan sengaja menabrak-nabrakan motornya kepada para pengguna jalan yang ada di depannya dengan tujuan agar pengguna jalan mengghindar kemudian memberikan jalannya pada PATWAL TNI. Miris…

Satu kata untuk pejabat dan PATWAL TNI tesebut…  ” TOLOL “.

Patwal TNI Lawan Arus

Patwal TNI Lawan Arus

 

Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Beberapa bulan sebelumnya media sosial juga sempat dihebohkan dengan foto sebuah mobil bernomor plat RI 59 yang dengan sengaja melawan arus.

Entah karena merasa mempunyai kuasa, para pejabat itu dengan seenaknya dan tanpa berdosa menyalahi aturan lalu lintas di jalan.

Pelanggaran lalu lintas di jalan raya selalu membuat saya kesal. Ada orang biasa melawan arus saja saya sudah kesal dan pingin nonjok rasanya. Apalagi ini. para aparat dan pejabat yang berpendidikan tinggi(katanya) yang melakukan pelanggaran.

Kalau saya punya buku Death Note, mungkin sudah saya tulis sendiri nama-nama para aparat dan pejabat tersebut biar binasa dan musnah.

Saya juga  pernah  menulis kasus pelanggaran lalu lintas yang lain di  artikel Gondoknya Melihat Para Pelanggar Zebra Cross .

Dari Kejadian tersebut dan dari beberapa kejadian yang saya temui di sekitar saya, saya menyimpulkan bahwa para pelanggar ini mempunyai 3 attitude buruk .

1. Egois
Orang-orang ini tidak memikirkan keselamatan orang lain,  tidak mempunyai rasa empati terhadap orang lain dan baginya, kepentingan pribadi adalah diatas segalanya walaupun harus mengorbankan orang lain. Sifat seperti ini sudah pasti juga ia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

2. Curang
Orang-orang ini akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuan yang ia inginkan. Ia tidak akan mempertimbangkan masalah dosa atau tidak.  Ia akan melakukan apapun tanpa mempertimbangkan dosa atau tidak selama ia dapat mencapai tujuan hidupnya.

3. Dusta
Orang-orang ini menganggap kejujuran seperti sebuah sampah yang tidak perlu digunakan dalam perjalanan untuk mencapai tujuan hidupnya.

Nah, Jika ada pejabat yang melakukan pelanggaran lalu lintas, secara tidak langsung dia sudah menunjukan jati dirinya sendiri kepada public bahwa ia adalah seorang yang egois, curang dan dusta. Jika sudah ketahuan seperti itu, masih bisa percayakah kita bahwa mereka bisa memimpin negeri? Memimpin pemerintahan kota ? Kecamatan? Desa?  rasanya untuk jadi ketua RT saja orang seperti itu tidak bisa kita percayai.

Sekarang coba perhatikan di sekitar anda, berapa banyak pelanggaran yang sering terjadi atau bahkan mungkin anda sendiri yang melakukan pelanggaran. Yakinlah bahwa tanpa sadar, kebiasaan buruk kita di jalan akan terbawa pada kehidupan kita sehari-hari. Berlalu-lintas kita anggap seperti sebuah persaingan yang tidak sehat dan kita bebas bersaing mesti dengan cara-cara yang curang. Dan ketika kita mulai berpikir seperti itu, maka anda sudah termasuk dalam golongan 3 sifat buruk tersebut.

Jadi mulai sekarang, berlalu-lintas yang baiklah :)



Rekomendasikan Artikel Ini ?

Gungun Septian

Bukan Ustad, bukan Politisi, bukan Artis. Cuma Programmer yang hobi nulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *