2

Jodoh Gak Sih ?

Suatu hari, saya pernah berdiskusi dengan salah satu teman saya, tentang permasalahan yang selalu menjadi bagian penting untuk dibahas oleh para lajang. Tentang “Jodoh”.

Teman saya itu sudah “ngebet” sekali ingin segera dilamar. Maklumlah, bagi seorang perempuan, dan di umur yang sudah terbilang tidak muda lagi, sudahlah merupakan hal yang wajar bilamana seorang perempuan merasa was-was bila pacarnya tak kunjung juga melamar.

Sebenarnya sih, bukan masalah dia yang terlalu terburu-buru dan tanpa pikir panjang ingin segera menikah, tapi karena sudah merasa terlalu bosan dengan hubungan cinta yang seperti tanpa tujuan. Disisi lain, dia merasa iri dengan banyaknya teman-teman sebayanya yang sudah memasuki dan menjalani kehidupan berumah tangga sebagai seorang istri.

“Ini bukan masalah cinta-cintaan aja, Gun!” Serunya.

Dia sudah bosan menjalani hubungan yang hanya sebatas pacaran, dan berakhir tanpa ujung yang tidak jelas arahnya.

Setelah dipikir-pikir, memang ada benarnya, sudah berapa banyak pasangan yang berpacaran selama bertahun-tahun, ada yang di antaranya sudah lebih dari tiga tahun, lima tahun, bahkan tujuh tahun, namun pada akhirnya harus berakhir.

Sakit, pastinya sakit. Orang-orang selalu bilang,”Ya, mungkin memang bukan jodohnya,”

Lagi-lagi kalimat tersebut seperti menjadi sebuah alasan pengobat rasa sakit, bagi setiap pasangan yang sedang mengalami masa perpisahan.

Berbicara tentang pacaran dan jodoh, memang untuk memahami dan meyakini “dia” sebagai pasangan hidup kita, kebanyakan orang memilih jalan berpacaran ini sebagai sarana untuk saling mengenal. Mereka berdalih tidak mau membeli kucing dalam karung. Ya, betul, memang tidak ada salahnya, tapi tidak sedikit yang selama masa itu leibh banyak mendapatkan efek negatifnya, dari pada efek positifnya. Sampai pada akhirnya mereka berada pada satu titik jenuh dimana, mengakhiri hubungan merupakan satu-satunya jalan terbaik.

Tidak heran bila melihat cukup banyak pasangan yang telah berpacaran selama bertahun-tahun, namun pada akhirnya menikah dengan orang yang baru dikenalnya setahun dua tahun atau bahkan kurang dari itu, tanpa masa pacaran yang lama atau malah tanpa proses pacaran yang bertele-tele.

Kembali saya sadar, betapa manusia hanya bisa berusaha.

Dan benarlah, seperti apa yang pernah ditulis Mas Darwis Tere Liye, bahwa tidak ada satu kitab suci manapun yang memerintahkan umatnya untuk berpacaran. Malah dalam kitab suci agama saya, Al-quran, memerintahkan untuk bersegeralah menikah, bukan bersegeralah pacaran.

Jadi, bagi perempuan, bila pacarnya tidak kunjung juga membahas masalah masa depan, tidak memikirkan kehidupan bersama dengan lebih serius, tidak mengisyaratkan tanda-tanda untuk membina rumah tangga bersama, tidak pernah membahas masalah pernikahan, atau bahkan tidak pernah sedikitpun membahas niatnya untuk melamar, sedangkan masa pacaran, sudah bertahun-tahun dijalani, lebih baik tinggalkan! berarti dia tidak pernah serius dengan cintanya. Cari laki-laki lain yang lebih mau bertanggung jawab.

Dan, bagi laki-laki yang sudah berpacaran lama, dan selalu membahas masalah masa depan, masalah kehidupan lebih serius, masalah niatnya untuk segera melamar bilamana sudah tiba waktunya/kemampuannya, namun pacarnya tidak kunjung merespon malahan bersikap acuh, malah seperti tidak yakin, jadi lebih baik tinggalkan! cari perempuan lain yang sama-sama mau belajar memahami dan menjalani hidup bersama.

Bagi yang sedang galau karena baru putus, lebih baik perbaiki diri dengan hal-hal yang positif, tidak selamanya galau selalu berdampak negatif, sama seperti halnya saya yang bisa membuat karya tulisan ini ketika hati sedang merasa galau..:p

Bagi yang sampai sekarang belum dipertemukan juga dengan dambaan hatinya, bersabarlah.Man shabara zafira, Keberuntungan selalu menyertai orang-orang yang sabar.

Kita tidak akan pernah tahu, cerita apa lagi yang akan Tuhan tuliskan untuk kita, tapi percayalah, tulang rusuk kita tidak akan pernah tertukar. Tuhan sudah memasukan dia(jodoh) dalam sesi ceritanya sendiri-sendiri, entah di sesi cerita mana Tuhan menuliskannya.

Dan percayalah, kita pasti akan dipertemukan dengan jodoh kita dengan cara-cara yang tidak pernah kita sangka.

Kembali lagi, semua itu tetap menjadi rahasia.



Rekomendasikan Artikel Ini ?

Gungun Septian

Bukan Ustad, bukan Politisi, bukan Artis. Cuma Programmer yang hobi nulis.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *