0

Perlukah Kita Membeli Barang Branded?

139394934736801271

source : www.danlimphoto.com

Beberapa waktu yang lalu salah satu teman saya bercerita dengan sangat semangatnya tentang kesenangannya membeli barang-barang branded alias “bermerek”. Apa lagi ketika itu adalah akhir bulan dimana gaji bulanan sudah pasti memenuhi isi rekeningnya.

Dia dengan antusiasnya menceritakan pengalamannya membeli barang-barang bermerek. Apa lagi tujuannya selain karena masalah kepuasan. Menurut pandangan dia, barang bermerek yang sudah pasti mahal, selainkarena  kualitasnya yang memang sudah pasti terjamin, juga bisa meningkatkan personal branding kita.

” Tahu gak, Gun? sepatu si A harganya satu juta lebih. Barang-barang dia branded semua. Keren, ” ujarnya.

Pernah suatu kali dia juga berujar ketika hendak membeli suatu barang, dia merasa itu tidak cocok. Bukan tidak cocok karena faktor barangnya itu sendiri, tapi tidak cocok karena faktor merek. Karena mereknya tidak bagus, akhirnya dia tidak jadi membeli.

Pertanyaannya, Perlukah kita membeli barang-barang branded alias bermerek ?

Sebenarnya, perlu atau tidaknya tergantung dengan kondisi kita masing-masing. Dari beberapa kasus yang saya lihat, faktor penting atau tidaknya membeli barang-barang bermerek bisa juga berasal dari lingkungan tempatnya sering berinteraksi. Seperti kantor misalnya.

Ketika teman-teman sekantornya mempunyai gaya hidup dengan barang-barang yang bermerek semua, kemungkinan besar  ia pun akan ikut terbawa arus mengikuti gaya berpenampilan seperti teman-temannya untuk menghindari rasa minder.

Faktor lainnya bisa juga karena memang ia mempunyai gaya hidup hedonis. Dan gaya hidup hedonis ini bisa juga berasal dari lingkungan keluarganya sendiri.

Kembali kepertanyaan, kalau menurut saya, sama seperti yang saya sempat utarakan diatas, penting atau tidaknya tergantung dari diri kita sendiri. Kalau itu memang bisa menunjang produktifitas bukan hanya sekedar kepuasan semata, menurut saya wajar-wajar saja untuk selalu membeli barang-barang bermerek.

Dan juga jika ia memang mampu untuk membeli barang-barang bermerek tersebut, tidak ada salahnya. Yang salah jika kemampuan finansialnya tidak mencukupi untuk mengikuti arus untuk bergaya kelas tinggi, tapi malah “maksain” untuk tetap bisa bergaya kelas tinggi. Ujung-ujungnya, kembali memaksakan diri untuk berhutang atau menggunakan kartu kredit.

Mungkin kalau seperti itu sekali dua kali tidak masalah, yang salah jika terus menerus memaksakan diri berbelanja barang-barang bermerek setiap bulan sedangkan isi rekening tidak mencukupi.

Saya sendiri hampir dikatakan tidak mempunyai satupun barang yang benar-benar branded. Dari mulai handphone, sepatu, baju, celana, kemeja, semuanya biasa-biasa saja. Bahkan saya sangat jarang membeli baju baru, mungkin bisa 2 sampai 3 bulan sekali. Itupun jika memang diperlukan.

Kalau pun harus membeli barang yang memang berkualitas sangat baik. Bermerek bagus tentunya. Sekarang-sekarang, saya lebih mengutamakan untuk membeli produk-produk buatan Indonesia. Sekarang sudah banyak kok produk-produk buatan anak negeri yang berkualitas tinggi.

Selain kualitas yang bisa bersaing dengan produk luar negeri, tentunya juga karena harganya yang pastinya bisa lebih murah.

Kesimpulannya, membeli barang branded sah-sah saja selama itu memang benar-benar diperlukan. Kalaupun memang kita tidak mempunyai cukup dana dan tetap ingin merasakan membeli barang-barangbranded, yah silahkan saja selama nantinya tidak menyiksa diri sendiri dengan beberapa tagihan yang membengkak. Paling gak, kebutuhan untuk membeli barang-barang bermereknya dibatasi 5 bulan atau 6 bulan sekali saja.

Kalau saran dari saya, mulailah cintai produk-produk Indonesia.. :)



Rekomendasikan Artikel Ini ?

Gungun Septian

Bukan Ustad, bukan Politisi, bukan Artis. Cuma Programmer yang hobi nulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *