0

Usman Harun, Pahlawan atau Teroris ?

Nama Usman Harun akhir-akhir ini kembali mencuat setelah pemerintah Singapura dengan tegas menolak rencana TNI AL untuk menamai kapal perangnya dengan nama KRI Usman Harun. Sebenarnya ada apa sih dibalik protes Singapura dengan pemberian nama KRI Usman Harun pada kapal perang TNI AL?

Usman dan Harun. Keduanya merupakan anggota KKO (Korps Komando Operasi) / marinir,  yang pada tahun tanggal 10 Maret 1965 meledakan bangunan MacDonald House yang berada di pusat kota Singapura.

Apa tujuannya ?

Semuanya berawal dari ketidaksukaan Soekarno pada Federasi Malaysia yang saat itu hendak menggabungkan Singapura, Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia.

Presiden Soekarno berpendapat, pembentukan Federasi Malaysia  sebagai  “boneka Inggris” merupakan bentuk kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru. Ini juga merupakan ancaman bagi Soekarno, termasuk ancaman pemberontakan dalam negeri.

Atas dasar itu, Soekarno menugaskan Usman dan Harun untuk melakukan pengeboman sebagai salah satu bentuk upaya untuk melakukan sabotase keadaan di Singapura dan Malaysia.

Usman dan Harun berhasil menyusupi pusat kota Singapura. Kemudian mereka akhirnya berhasil meledakan gedung MacDonald House yang terletak di pusat kota. 3 orang tewas dan 30 orang lainnya mengalami luka-luka.

Tidak lama setelah pengeboman itu, Usman dan Harun akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi militer Singapura kemudian dijatuhi hukuman mati. Berbagai upaya diplomasi kala itu telah dilakukan baik oleh pemerintahan kala Soekarno ataupun ketika pemerintahan transisi ke era Soeharto. Namun semuanya tidak mendapatkan hasil.  Tepat pada tanggal 17 Oktober 1968, Usman dan Harusn akhirnya dieksekusi mati.

usman-dan-harun

Pahlawan atau Teroris ?

Jika kita membaca apa yang terjadi kala itu, sebenarnya menurut saya ada dua sudut pandang yang tentunya jauh berbeda. Mungkin bagi seluruh warga Singapura, khususnya bagi para keluarga korban tragedi pengeboman di MacDonald House, nama Usman dan Harun tentunya masih menyisakan rasa sakit masa lalu. Karena Usman dan Harunlah teman, sanak saudara atau kerabat mereka tewas.

Menurut saya, wajar saja bagi warga Singapura untuk menganggap Usman dan Harun sebagai seorang teroris. Namun jika dilihat dari tujuan Usman dan Harun melakukan pengeboman, tidak lain karena Soekarno sangat-sangat menentang dan membenci segala bentuk imperialisme. Bagi saya apa yang dilakukan Usman dan Harun tidak lain adalah sebuah kewajiban pada negara.

Usman dan Harun dengan keberanian serta pengabdiannya pada negara sudah menjadi bukti bahwa mereka adalah salah satu pahlawan bangsa.

Dan satu hal yang perlu kita pahami bahwa tidak semua pahlawan dari negara lain akan selalu bangsa ini anggap seorang pahlawan juga. Sebaliknya, tidak semua pahlawan dari negeri kita akan dikenang sebagai seorang pahlawan pula di negara lain.

Yang pasti perlu anda pahami, Bagi saya, Usman dan Harun tetaplah  pahlawan bangsa.



Rekomendasikan Artikel Ini ?

Gungun Septian

Bukan Ustad, bukan Politisi, bukan Artis. Cuma Programmer yang hobi nulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *